Krisis Air Gaza Bukan Sekadar Kekurangan Air Bersih!
Krisis air Gaza masih menjadi persoalan yang harus dihadapi para pengugsi setiap hari. Serangan militer Israel sejak Oktober 2023 telah merusak dan menghancurkan infrastruktur vital yang menopang kehidupan masyarakat. Hampir 90% infrastruktur air dan sanitasi di Gaza telah rusak atau hancur pada pertengahan 2026.
Kerusakan tersebut semakin sulit dipulihkan karena pembatasan masuknya bahan bakar, suku cadang, dan material penting turut menghambat perbaikan fasilitas. Untuk mengatasi krisis air, bantuan darurat tetap dibutuhkan, sementara pemulihan infrastruktur dan akses terhadap kebutuhan perbaikan juga harus menjadi prioritas.
82%
Keluarga mengalami kerawanan air akibat konflik dan kerusakan infrastruktur.
UNICEF, Mei 2026
70%
Keluarga bahkan belum mampu memperoleh minimal 6 liter air per orang per hari untuk kebutuhan minum dan memasak.
Mengapa Krisis Air Gaza Berkepanjangan?
Air tidak bisa langsung digunakan hanya karena tersedia di suatu tempat. Ada proses yang panjang hingga pengungsi Gaza bisa menikmati air bersih. Berikut gambaran singkat untuk mendapatkan air, di luar dari bantuan internasional yang kerap dikirimkan.
Sumber Air
Sumur dan sumber air menyediakan kebutuhan.
Pengolahan Air
Instalasi desalinasi dan fasilitas pengolahan membantu menghasilkan air yang aman.
Distribusi kepada Warga
Pompa dan jaringan pipa mengalirkan air menuju rumah, tempat pengungsian, dan fasilitas umum.
Ketika sumur, instalasi pengolahan, dan jaringan pipa rusak akibat serangan, dampaknya tidak berhenti pada bangunan yang hancur, tetapi warga juga menjadi kehilangan akses terhadap air. Bahkan ketika sebuah sumur masih dapat digunakan, pompa yang rusak dapat menghentikan operasinya. Begitu pula instalasi desalinasi yang membutuhkan listrik, bahan kimia pengolahan, dan suku cadang. Inilah yang membuat krisis air terus menerus terjadi di Gaza.
Apa yang Membuat Pemulihan Infrastruktur Air Gaza Sulit Dilakukan?
Pemulihan infrastruktur membutuhkan rangkaian dukungan yang saling terkait. Teknisi harus memperbaiki fasilitas, operator membutuhkan energi untuk menjalankannya, dan pengelola perlu memperoleh suku cadang agar layanan terus berfungsi.
01
Energi dan Bahan Bakar
Pompa dan instalasi pengolahan membutuhkan energi. Ketika pasokan listrik atau bahan bakar terbatas, kapasitas layanan ikut menurun.
02
Suku Cadang dan Material
Teknisi membutuhkan komponen pengganti, pipa, dan perlengkapan perbaikan. Keterbatasan material memperlambat pemulihan fasilitas.
03
Perawatan dan Operasional
Setelah perbaikan, operator tetap perlu menjalankan pemeriksaan rutin agar kerusakan tidak kembali menghentikan layanan.
Serangan Israel tidak hanya merusak fasilitas vital. Bahan bakar, suku cadang, dan material penting sangatlah terbatas di Gaza. Akibatnya, situasi ini menciptakan lingkaran krisis. Infrastruktur rusak, sementara perbaikan sangatlah lambat. Warga Gaza terus menanggung dampak kekurangan air hingga di titik ekstrem.
Distribusi Air Darurat Harus Berjalan Bersama Pemulihan Infrastruktur
Truk tangki menjadi penyelamat ketika jaringan air rusak atau tidak dapat beroperasi. Melalui distribusi ini, masyarakat Gaza bisa mendapatkan air meski jumlahnya dibatasi. Namun, karena akses air masih sulit, ketergantungan terhadap tangki air bantuan semakin tinggi.
KETERGANTUNGAN PADA AIR TANGKI
75%
OCHA melaporkan bahwa pada akhir Juli 2026, sekitar 75% penduduk Gaza masih mengandalkan distribusi air menggunakan truk sebagai sumber utama air minum.
Oleh karena itu, pemulihan infrastruktur harus berjalan agar masyarakat tidak terus bergantung pada pengiriman darurat. Distribusi air memenuhi kebutuhan mendesak, sementara pemulihan infrastruktur membantu menyediakan air secara lebih konsisten.
Bantuan Darurat
Menjawab kebutuhan warga sekarang.
- Distribusi air tangki
- Pasokan ke wilayah terdampak
- Pemenuhan kebutuhan mendesak
Pemulihan Jangka Panjang
Membangun kembali layanan air.
- Perbaikan sumur dan pompa
- Pemulihan instalasi dan pipa
- Dukungan energi dan sanitasi
Kedua pendekatan ini harus berjalan bersama. Menghentikan bantuan sebelum sistem pulih akan membahayakan akses warga, sedangkan mengandalkan truk saja tidak menyelesaikan kerusakan mendasar.
AVI Hadir dengan Program Air Kehidupan untuk Gaza
Al-Quds Volunteers Indonesia (AVI) menjalankan program Air Kehidupan Gaza untuk membantu warga memperoleh akses air. AVI menjalankan tiga bentuk bantuan untuk menjawab kebutuhan air warga, yakni distribusi tangki air bersih, revitalisasi sumur, dan wakaf sumur.
PROGRAM AIR KEHIDUPAN GAZA
100.000+
Warga Gaza yang telah merasakan manfaatnya.
Pada akhirnya, warga Gaza membutuhkan dua hal sekaligus: air yang bisa mereka gunakan hari ini dan sistem yang mampu menyediakan air pada masa mendatang. Karena itu, bantuan darurat harus berjalan beriringan dengan pemulihan infrastruktur, dukungan operasional, dan kerja sama berbagai pihak.
SALURKAN KEBAIKAN
Dukung Kebutuhan Air Warga Gaza
Mari bantu AVI mengupayakan akses air bagi warga Palestina di Gaza melalui program Air Kehidupan Gaza. Salurkan donasi melalui rekening resmi berikut.
BANK SYARIAH INDONESIA (BSI)
369 369 0004
a.n. AVI Peduli Kemanusiaan
BANK MANDIRI
127 00 7223347 9
a.n. Yayasan Alquds Volunteers Indonesia
Sudah berdonasi? Konfirmasi dan dapatkan laporan penyaluran melalui WhatsApp 0811 820 196.
FAQ Seputar Krisis Air Gaza
1. Apa penyebab utama krisis air Gaza?
Kerusakan sumur, pompa, instalasi pengolahan, dan jaringan pipa menghambat akses air. Selain itu, keterbatasan listrik, bahan bakar, serta suku cadang memperlambat pemulihan layanan.
2. Mengapa distribusi air menggunakan truk masih diperlukan?
Truk tangki membantu mengirimkan air ketika jaringan tidak berfungsi. Namun, petugas harus terus menyediakan bahan bakar, kendaraan, dan biaya operasional untuk menjaga distribusi.
3. Apa dampak krisis air Gaza terhadap kesehatan?
Kekurangan air bersih dan sanitasi meningkatkan risiko penyakit, termasuk diare. Kondisi tersebut juga menyulitkan warga menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
4. Apa saja bantuan dalam program Air Kehidupan Gaza dari AVI?
AVI menjalankan distribusi tangki air bersih, revitalisasi sumur, dan wakaf sumur untuk membantu memenuhi kebutuhan air warga Palestina di Gaza.
5. Mengapa pemulihan infrastruktur air Gaza tetap diperlukan?
Pemulihan sumur, instalasi desalinasi, pompa, jaringan pipa, dan sanitasi membantu menyediakan air secara lebih konsisten serta mengurangi ketergantungan pada distribusi darurat.