Pendidikan di Gaza Hancur, Ribuan Anak Kehilangan Hak untuk Belajar
Pendidikan di Gaza berada dalam kondisi krisis setelah bertahun-tahun konflik, penghancuran fasilitas pendidikan, pengungsian, dan hilangnya tenaga pendidik. Puluhan ribu siswa usia sekolah tewas sejak Oktober 2023, belasan ribu anak lainnya keluar dari sistem pendidikan akibat pengungsian, cedera, perjalanan, atau penculikan.
Bagaimana Kondisi Pendidikan di Gaza Saat Ini?
Krisis pendidikan di Gaza telah memasuki tahun keempat. Ratusan ribu anak masih belum memperoleh akses belajar yang aman dan teratur, sementara kerusakan terus mengurangi kapasitas sekolah untuk kembali berfungsi.
Berdasarkan laporan yang dikutip IMEMC dari Gaza Center for Human Rights, lebih dari 20.051 siswa usia sekolah telah tewas sejak Oktober 2023. Selain itu, setidaknya 19.886 siswa meninggalkan sistem pendidikan akibat pengungsian, perjalanan, penculikan, atau cedera.
Krisis tersebut juga kehilangan banyak tenaga pendidik. Sedikitnya 532 guru dari sekolah negeri, swasta, dan UNRWA dilaporkan tewas. Sebanyak 769 pegawai Kementerian Pendidikan, termasuk staf administrasi dan pendukung, juga kehilangan nyawa.
Sekilas Data Pendidikan di Gaza
Siswa usia sekolah tewas sejak Oktober 2023
Anak keluar dari sistem pendidikan
Guru dilaporkan tewas
Waktu belajar tahunan, turun dari 200 hari
Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan sekolah yang rusak. Gaza juga kehilangan siswa, guru, tenaga administrasi, fasilitas belajar, serta kapasitas institusi yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem pendidikan.
Mengapa Anak-Anak Gaza Kehilangan Akses Pendidikan?
Anak-anak Gaza kehilangan akses pendidikan karena kerusakan sekolah berlangsung bersamaan dengan pengungsian, hilangnya tenaga pendidik, cedera, dan terganggunya kegiatan belajar. Akibatnya, sekolah tidak dapat menjalankan fungsi pendidikan secara normal meskipun sebagian fasilitas masih dapat digunakan.
Sebelum krisis, Gaza memiliki 584 bangunan sekolah. Laporan yang dikutip IMEMC menyebut 96 bangunan sekolah hancur total dan 44 lainnya mengalami kerusakan sebagian. Kerusakan juga menghilangkan ribuan sarana belajar, termasuk lebih dari 9.308 papan tulis, 142.242 meja, dan sekitar 440.000 kursi.
Dampaknya terlihat jelas pada waktu belajar. Kalender pendidikan yang sebelumnya mencapai sekitar 200 hari pembelajaran per tahun kini turun menjadi hanya 60 hari. Jumlah pelajaran mingguan juga turun dari 30 menjadi 12 pelajaran.
Berkurangnya waktu belajar membuat anak-anak tidak hanya kehilangan ruang kelas, tetapi juga kehilangan kesempatan untuk mengikuti kurikulum secara utuh. Dalam beberapa mata pelajaran, aktivitas praktik bahkan dilaporkan berkurang hingga 60 persen.
Apa Dampak Krisis Pendidikan di Gaza bagi Anak-Anak?
Dampak krisis pendidikan di Gaza tidak berhenti ketika seorang anak kehilangan satu semester atau satu tahun sekolah. Ketika gangguan berlangsung selama bertahun-tahun, anak-anak menghadapi learning loss, yaitu hilangnya pengetahuan dan keterampilan yang seharusnya mereka peroleh melalui proses belajar.
Learning loss yang berlangsung terus-menerus dapat membuat anak semakin sulit mengejar materi ketika sekolah kembali berjalan normal. Mereka akan kehilangan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki tahap pendidikan berikutnya.
Krisis ini juga dapat memengaruhi masa depan satu generasi Palestina. Rahma Hidayani, Wakil Presiden Alquds Volunteers Indonesia (AVI) pun turut menyoroti masalah ini. Menurutnya, krisis pendidikan di Gaza adalah ancaman terhadap masa depan satu generasi. Makanan, air, dan layanan kesehatan memang menyelamatkan kehidupan hari ini, tetapi pendidikan dapat menyelamatkan masa depan.
Karena itu, pemulihan pendidikan membutuhkan lebih dari sekadar membangun kembali gedung sekolah. Sistem pendidikan juga perlu memulihkan tenaga pendidik, perlengkapan belajar, kegiatan remedial, dukungan psikososial, dan lingkungan belajar yang aman.
“Pendidikan adalah fondasi pembangunan manusia. Ketika anak-anak kehilangan kesempatan belajar dalam jangka panjang, mereka juga kehilangan peluang untuk mengembangkan keterampilan, meningkatkan kesejahteraan ekonomi, dan berkontribusi pada pemulihan masyarakatnya di masa depan.”
Bagaimana Kita Bisa Membantu Anak-Anak Gaza Mendapatkan Hak Belajar?
Membantu anak-anak Gaza berarti mendukung kebutuhan mereka secara menyeluruh. Makanan, air bersih, dan layanan kesehatan tetap menjadi kebutuhan mendesak, tetapi pemulihan Gaza juga membutuhkan dukungan untuk mengembalikan pendidikan dan ruang belajar yang layak bagi anak-anak.
Dukungan untuk pendidikan dapat membantu proses pemulihan fasilitas belajar, penyediaan perlengkapan pendidikan, program pembelajaran pengganti, serta dukungan yang membantu anak kembali belajar setelah bertahun-tahun mengalami gangguan.
Alquds Volunteers Indonesia (AVI) menjalankan misi kemanusiaan dengan kehadiran relawan dan ulama yang berada langsung di Gaza. Kehadiran ini membuat AVI tidak hanya melihat kebutuhan dari jauh, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat dan memahami kondisi penerima manfaat di lapangan. Bukan dari Jakarta. Dari Gaza.
Dukungan dari Indonesia dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Gaza, termasuk membantu anak-anak mempertahankan kesempatan belajar di tengah kondisi yang belum pulih.
Mari Dukung Anak-Anak Gaza
Titipkan donasi kemanusiaan melalui rekening resmi Alquds Volunteers Indonesia (AVI), kemudian konfirmasi melalui WhatsApp agar penyaluran dapat diproses dan laporan penyaluran dapat disampaikan.
369 369 0004
a.n. AVI Peduli Kemanusiaan
127 00 7223347 9
a.n. Yayasan Alquds Volunteers Indonesia
Konfirmasi donasi melalui WhatsApp 0811 820 196 untuk mendapatkan informasi dan laporan penyaluran.
FAQ Pendidikan di Gaza
Bagaimana kondisi pendidikan di Gaza saat ini?
Pendidikan di Gaza mengalami krisis berat setelah bertahun-tahun konflik. Ribuan siswa dan tenaga pendidik tewas, banyak sekolah rusak atau hancur, dan waktu belajar turun dari sekitar 200 hari menjadi 60 hari per tahun.
Berapa banyak siswa Gaza yang kehilangan akses pendidikan?
Laporan yang dikutip IMEMC pada 6 September 2026 menyebut sedikitnya 19.886 siswa meninggalkan sistem pendidikan akibat pengungsian, perjalanan, penculikan, atau cedera.
Mengapa pendidikan penting bagi pemulihan Gaza?
Pendidikan membantu anak mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan sosial. Pemulihan pendidikan juga penting agar satu generasi tidak kehilangan kesempatan untuk berkontribusi pada pemulihan masyarakat Gaza di masa depan.
Apakah membantu Gaza hanya berarti memberikan makanan dan air?
Tidak. Makanan, air bersih, dan layanan kesehatan merupakan kebutuhan mendesak, tetapi pemulihan jangka panjang juga membutuhkan pendidikan, ruang belajar, perlengkapan sekolah, dan dukungan bagi tenaga pendidik.