Saat Kelahiran di Gaza Harus Berhadapan dengan Krisis Kemanusiaan
Kelahiran di Gaza berlangsung dalam kondisi yang jauh dari aman. Kenaikan kelahiran prematur dan bayi dengan berat badan rendah kerap terjadi ketika ibu dihadapkan pada situasi yang mengerikan. Berdasarkan laporan UNFPA periode Juli-Agustus 2025, lebih dari 60% ibu hamil dan ibu baru melahirkan mengalami malnutrisi, yang berdampak pada kesehatan bayi.
Karena itu, persoalan kelahiran di Gaza tidak berhenti pada proses persalinan. Kondisi ibu selama kehamilan ikut menentukan kesehatan bayi, sedangkan kondisi fasilitas kesehatan menentukan apakah bayi yang lahir terlalu dini mendapatkan kesempatan untuk bertahan.
Kelahiran prematur di Gaza erat kaitannya dengan krisis yang berlangsung sejak masa kehamilan. Pada saat yang sama, bayi prematur membutuhkan perawatan khusus yang justru semakin sulit tersedia.
Mengapa Kelahiran Prematur Menjadi Tanda Krisis Sejak Masa Kehamilan?
Rahma Hidayani, Wakil Direktur Utama Alquds Volunteers Indonesia (AVI) melihat kelahiran prematur di Gaza bukan sekadar persoalan medis. Menurutnya, kondisi ibu sejak masa kehamilan ikut menentukan kondisi bayi saat lahir. Perempuan hamil di Gaza sering kali menghadapi hambatan serius untuk memperoleh layanan kesehatan, sementara kekurangan obat, alat pemeriksaan, dan perlengkapan persalinan turut memperbesar risiko bagi ibu dan bayi.
Malnutrisi ibu, stres kronis, dan terbatasnya layanan antenatal memperburuk kehamilan di Gaza. UNFPA melaporkan dari 17.000 kelahiran di enam bulan pertama tahun 2025, 5.560 bayi atau 33% lahir prematur, memiliki berat badan rendah, dan membutuhkan NICU.
Apa yang Membuat Kehamilan di Gaza Semakin Berisiko?
Di tengah genosida dan krisis kemanusiaan, risiko kehamilan tidak muncul dari satu faktor. Kondisi tersebut terbentuk dari beberapa tekanan yang terjadi secara bersamaan.
Ketika Bayi Prematur Lahir, Rumah Sakit Menghadapi Persoalan Berikutnya
Bayi prematur belum memiliki kematangan organ seperti bayi yang lahir cukup bulan. Karena itu, sebagian bayi membutuhkan pengawasan intensif, bantuan oksigen, pengaturan suhu tubuh, pemantauan tanda vital, serta perawatan neonatal khusus.
Persoalannya, kebutuhan tersebut muncul ketika fasilitas kesehatan Gaza sendiri menghadapi keterbatasan. Berdasarkan data UNICEF, sekitar satu dari lima bayi baru lahir membutuhkan perawatan neonatal intensif dan termal. Pada saat yang sama, rumah sakit menghadapi kekurangan peralatan medis, termasuk inkubator dan ventilator.
Kondisi tersebut terlihat jelas di Nasser Medical Complex, Khan Younis. Pada September 2026, Dr. Hatem Dhahir melaporkan peningkatan bayi prematur, termasuk bayi kembar, sementara keterbatasan inkubator membuat tenaga medis menempatkan dua hingga tiga bayi dalam satu inkubator. Rumah sakit juga menghadapi kekurangan oksigen dan sulit memindahkan pasien karena fasilitas lain telah penuh.
Data penting tentang bayi baru lahir di Gaza
Sekitar 1 dari 5 bayi membutuhkan perawatan neonatal intensif dan termal, sementara kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah meningkat.
Kelahiran di Gaza Adalah Persoalan Dua Generasi
Kesehatan ibu dan bayi tidak dapat dipisahkan. Rahma juga mengungkapkan bahwa dukungan bagi ibu dan bayi tidak cukup diberikan ketika persalinan berlangsung. Jika masalah sudah muncul sejak masa kehamilan, maka bantuan juga perlu dimulai sejak masa tersebut.
Ibu membutuhkan makanan bergizi, pemeriksaan kehamilan, dukungan kesehatan mental, obat dan suplemen yang diperlukan, serta akses menuju layanan kesehatan. Setelah bayi lahir, kebutuhan berlanjut pada perawatan neonatal, pemantauan kesehatan, nutrisi, kebersihan, dan perlindungan dari kondisi lingkungan yang berisiko. Untuk itu, dukungan maternal dan neonatal harus berjalan sebagai satu rangkaian.
Karena itu, jika kita menyoroti kelahiran di Gaza, artinya kita harus melihat keseluruhan rantai kebutuhan, mulai dari kesehatan ibu sebelum persalinan hingga perawatan bayi setelah lahir. Perspektif ini penting agar bantuan kemanusiaan tidak hanya merespons keadaan darurat ketika bayi sudah lahir, tetapi juga mengurangi risiko yang dapat dicegah sejak kehamilan.
Apa yang Dibutuhkan Ibu dan Bayi di Gaza?
Kebutuhan ibu dan bayi berubah sesuai tahapannya, tetapi semuanya saling berkaitan. Secara sederhana, dukungan yang dibutuhkan mencakup:
| Tahap | Kebutuhan utama |
|---|---|
| Kehamilan | Nutrisi, suplemen, pemeriksaan antenatal, dukungan kesehatan mental, dan akses layanan kesehatan. |
| Persalinan | Tenaga kesehatan, obat, perlengkapan persalinan, darah, serta fasilitas yang aman dan higienis. |
| Bayi prematur | Inkubator, oksigen, pengaturan suhu, pemantauan intensif, obat, dan perawatan neonatal. |
| Setelah persalinan | Nutrisi ibu dan bayi, kebersihan, pemeriksaan lanjutan, serta lingkungan yang lebih aman. |
Di sinilah bantuan kemanusiaan perlu hadir secara menyeluruh. Alquds Volunteers Indonesia (AVI) mengembangkan bantuan dengan melihat kebutuhan warga Gaza secara langsung. Kehadiran relawan dan ulama AVI di Gaza menjadi bagian penting dari cara AVI memahami kebutuhan penerima manfaat, bukan sekadar menyalurkan bantuan dari Indonesia.
Bantu Ibu dan Bayi Gaza Mendapat Kesempatan untuk Bertahan
Kelahiran seharusnya menjadi awal kehidupan, bukan awal dari perjuangan melawan kekurangan nutrisi, keterbatasan layanan kesehatan, dan fasilitas neonatal yang tidak memadai. Seperti yang ditekankan Rahma Hidayani, setiap kehidupan membutuhkan kesempatan untuk bertahan dan tumbuh. Karena itu, dukungan bagi ibu dan bayi perlu hadir sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan.
Anda dapat ikut mendukung bantuan kemanusiaan melalui Alquds Volunteers Indonesia (AVI). Donasi dapat disalurkan melalui rekening resmi berikut:
BSI 369 369 0004 a.n. AVI Peduli Kemanusiaan
Mandiri 127 00 7223347 9 a.n. Yayasan Alquds Volunteers Indonesia
Setelah berdonasi, konfirmasikan melalui WhatsApp 0811 820 196 agar penyaluran dapat dicatat dan Anda memperoleh laporan penyaluran.
FAQ Seputar Kelahiran di Gaza
Apa penyebab meningkatnya kelahiran prematur di Gaza?
Beberapa faktor saling berkaitan, terutama malnutrisi ibu, stres berkepanjangan, pengungsian, serta terbatasnya pemeriksaan dan layanan antenatal.
Mengapa bayi prematur membutuhkan perawatan khusus?
Bayi prematur membutuhkan bantuan untuk menjaga suhu tubuh, bernapas, memperoleh nutrisi, dan memantau kondisi vitalnya. Karena itu, sebagian membutuhkan perawatan neonatal intensif.
Mengapa pemeriksaan kehamilan penting bagi ibu di Gaza?
Pemeriksaan antenatal membantu tenaga kesehatan mendeteksi risiko pada ibu dan janin lebih awal serta menentukan kebutuhan perawatan sebelum komplikasi menjadi lebih berat.
Apa bentuk bantuan untuk ibu dan bayi di Gaza?
Kebutuhannya mencakup makanan bergizi, pemeriksaan kehamilan, obat dan suplemen, layanan persalinan, serta perawatan neonatal seperti inkubator, oksigen, dan perlengkapan medis.