Demonstran di Washington Tolak Pembenaran Dukungan Militer AS untuk Israel
Erik W., seorang demonstran Yahudi-Amerika, menentang penggunaan alasan keselamatan warga Yahudi di Amerika Serikat untuk membenarkan dukungan persenjataan Washington kepada Israel. Sikap tersebut disampaikannya ketika bergabung dengan ratusan demonstran pro-Palestina di luar Gedung Capitol AS, Sabtu (11/10/2026), yang menuntut penghentian dukungan militer kepada Israel dan mendesak pemberlakuan embargo senjata.
Dalam wawancara dengan Anadolu, Erik, yang meminta identitasnya hanya ditulis menggunakan nama depan, mengatakan bahwa sebagian politisi berbicara seolah-olah mewakili dirinya ketika membenarkan dukungan persenjataan bagi Israel.
“Bagi saya pribadi, sebagai seorang Yahudi Amerika, saya merasa ada banyak orang di pemerintahan yang berbicara atas nama saya dan membenarkan mempersenjatai sebuah genosida,” katanya.
Ia menolak anggapan bahwa mempersenjatai Israel merupakan cara untuk melawan antisemitisme. “Saya pikir mempersenjatai Israel tidak memerangi antisemitisme,” tambahnya. Pada spanduk yang dibawanya, tertulis pesan: “Tidak ada genosida atas nama kami.”
Aksi tersebut diselenggarakan Gerakan Pemuda Palestina bersama sejumlah kelompok pro-Palestina untuk mendesak pemerintah AS menghentikan dukungan militer dan diplomatik kepada Israel. Para peserta mengibarkan bendera Palestina serta membawa spanduk yang mengecam serangan di Gaza dan pendudukan Israel atas wilayah Palestina. Sebagian demonstran juga mengaitkan pengeluaran militer dengan persoalan ekonomi domestik, termasuk tingginya harga dan rendahnya upah.
Nouhad Akkar dari Gerakan Pemuda Palestina mengatakan para demonstran ingin meminta pertanggungjawaban para pejabat terpilih atas bantuan militer AS kepada Israel.
“Kami tidak akan membiarkan genosida ini dinormalisasi,” katanya. Ia menegaskan gerakan tersebut akan terus memperjuangkan penghentian kekerasan hingga tercapainya pembebasan Palestina dan hak untuk kembali.
Akkar juga mendesak lembaga publik menarik investasi dari perusahaan produsen senjata yang memasok Israel. Ia menyebut kelompoknya tengah mengampanyekan penarikan lebih dari 394 juta dolar AS investasi dana pensiun negara bagian Virginia dari perusahaan-perusahaan tersebut.
Sementara itu, Isabella Javidan dari National Iranian American Council menghubungkan operasi militer Israel di Gaza dengan tindakan militer di Lebanon dan Iran. Ia mengkritik dukungan anggota parlemen AS terhadap kebijakan militer di kawasan tersebut.
“Ini bukanlah tragedi yang terisolasi. Ini bukanlah peristiwa yang terpisah; ini adalah ekspresi dari proyek imperialis yang sama,” katanya.
Demonstrasi berlangsung menjelang pemilihan paruh waktu Kongres AS pada 3 November 2026. Para pengunjuk rasa mendesak para anggota Kongres meninjau kembali dukungan militer kepada Israel, sementara tuntutan embargo senjata dan sanksi menjadi agenda utama aksi tersebut. (nun/avi)