Makanan Bergizi Gaza
Hubungi Kami
Palestina Terkini

Gelombang Kekerasan di Gaza, 33 Ribu Perempuan dan Anak Tewas dalam Dua Tahun

26 Nov 2025 0 Suka
Gelombang Kekerasan di Gaza, 33 Ribu Perempuan dan Anak Tewas dalam Dua Tahun
Peringatan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan tahun ini berlangsung di tengah sorotan keras terhadap situasi kemanusiaan di Jalur Gaza. Dalam momentum global yang seharusnya menguatkan komitmen perlindungan perempuan, laporan terbaru dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Palestina justru menampilkan potret tragedi kemanusiaan yang semakin memburuk. Data tersebut membuka kembali diskursus mengenai eskalasi kekerasan yang tidak hanya menghancurkan kehidupan, tetapi juga meruntuhkan struktur sosial masyarakat Palestina. Pada pernyataan resminya, Selasa (25/11/2025), Kemlu Palestina menyebut bahwa sedikitnya 33.000 perempuan dan anak perempuan di Gaza telah tewas akibat serangan militer Israel dalam dua tahun terakhir. Angka tersebut menjadi dasar pokok pembahasan laporan dan menegaskan besarnya beban yang dipikul kelompok perempuan dalam konflik berkepanjangan tersebut. Dari jumlah itu, lebih dari 12.500 adalah perempuan dewasa dan sekitar 20.000 merupakan anak-anak, sebagaimana dicatat dalam data yang dikumpulkan oleh Kantor Media Pemerintah Gaza. Kemlu Palestina menyampaikan bahwa tingginya korban jiwa bukan satu-satunya indikator memburuknya kondisi di Gaza. Dalam pernyataan itu, Israel disebut melakukan “kejahatan sistematis terhadap perempuan Palestina”, merujuk pada pelanggaran berat hukum internasional yang didokumentasikan dalam beberapa laporan kemanusiaan. Laporan kejahatan pendudukan tersebut mencakup rangkaian tindakan seperti pembunuhan di luar proses hukum, penghilangan paksa, penahanan tanpa dasar hukum, penyiksaan, kekerasan seksual, perusakan rumah tinggal, perampasan tanah, intimidasi pemukim bersenjata, hingga praktik yang memicu kelaparan. Selain itu, Kemlu Palestina menyoroti penggunaan teknologi pengawasan tingkat tinggi oleh Israel, termasuk sistem berbasis kecerdasan buatan dan perangkat mata-mata siber. Teknologi tersebut dinilai digunakan untuk menargetkan dan meneror warga Palestina, menjadikan perempuan sebagai kelompok yang paling rentan dalam operasinya. Dalam laporan tersebut ditekankan bahwa dampak serangan tidak hanya berupa kematian langsung, tetapi juga mencakup akibat tidak langsung seperti kelaparan, tersendatnya layanan kesehatan, serta blokade berkepanjangan yang membatasi akses terhadap kebutuhan vital. Ratusan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pusat perlindungan perempuan dilaporkan hancur, memperburuk kerentanan perempuan terhadap kekerasan berbasis gender di tengah konflik. Laporan itu juga mengungkap konsekuensi sosial jangka panjang, termasuk hilangnya identitas hukum banyak keluarga. Sejumlah jenazah korban tidak dapat diidentifikasi karena kondisi yang sangat buruk, sementara sebagian perempuan dilaporkan masih hilang dan belum ditemukan hingga kini. Sejak Oktober 2023, hampir 70.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan sekitar 171.000 lainnya mengalami luka-luka akibat operasi militer Israel. Besarnya skala kehancuran membuat krisis di Gaza disebut sebagai salah satu bencana kemanusiaan paling serius dalam sejarah modern menurut lembaga-lembaga internasional. Dalam menghadapi situasi tersebut, Kemlu Palestina mendesak masyarakat internasional untuk mempertahankan dan memperkuat tekanan global guna menghentikan pendudukan yang dinilai ilegal. Mereka menekankan pentingnya implementasi solusi dua negara sesuai standar hukum internasional, sekaligus memastikan perlindungan terhadap hak dasar rakyat Palestina, termasuk hak untuk menentukan nasib sendiri dan hak kembali bagi para pengungsi. Seruan perlindungan segera bagi perempuan Palestina yang berada dalam tingkat risiko kekerasan ekstrem menjadi tuntutan utama dalam pernyataan tersebut, menegaskan perlunya tindakan global yang konsisten dan berkelanjutan. (nun/avi)

Bantu Mereka yang Membutuhkan di Palestina

Setiap donasi Anda memberikan harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza.

Berita Terkait

Persediaan Kebutuhan Pokok Gaza Tidak Mencukupi di Tengah Pembatasan
Palestina Terkini

Persediaan Kebutuhan Pokok Gaza Tidak Mencukupi di Tengah Pembatasan

Persediaan kebutuhan pokok di Jalur Gaza tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sement...

11 Sep 2026
0
Baca Selengkapnya
Korban Gugur di Gaza Capai 73.669, Mayoritas Perempuan dan Anak-anak
Palestina Terkini

Korban Gugur di Gaza Capai 73.669, Mayoritas Perempuan dan Anak-anak

Perempuan dan anak-anak menjadi mayoritas dari 73.669 warga Palestina yang tewas akibat serangan Isr...

10 Sep 2026
0
Baca Selengkapnya
Israel Blokir Peralatan Oksigen Semakin Perburuk Krisis Kesehatan di Gaza
Palestina Terkini

Israel Blokir Peralatan Oksigen Semakin Perburuk Krisis Kesehatan di Gaza

Krisis oksigen di Gaza tidak hanya dipengaruhi kerusakan fasilitas kesehatan, tetapi juga terbatasny...

09 Sep 2026
0
Baca Selengkapnya