Makanan Bergizi Gaza
Hubungi Kami
Palestina Terkini

Jenderal Purn Israel Sebut Klaim Netanyahu soal “Kemenangan Total” sebagai Palsu

03 Oct 2026 0 Suka
Jenderal Purn Israel Sebut Klaim Netanyahu soal “Kemenangan Total” sebagai Palsu

Mantan Mayor Jenderal Israel Nitzan Alon menyebut klaim Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa Israel harus mencapai “kemenangan total” sebelum menyepakati pembebasan para sandera sebagai sesuatu yang “palsu”. Menurut Alon, kesepakatan untuk mengembalikan seluruh sandera Israel sebenarnya dapat dicapai jauh lebih awal.

Alon, yang pada awal perang Gaza menjadi penanggung jawab militer untuk negosiasi sandera, mengatakan proses menuju kesepakatan berlangsung terlalu lama. 

Ia memperkirakan kesepakatan tersebut bisa tercapai sekitar setahun lebih awal tanpa memberikan dampak besar terhadap tujuan strategis perang lainnya. “Kita melewatkannya, sebenarnya. Perang terlalu panjang,” ujarnya dalam siaran web Washington Institute for Near East Policy.

Alon menyebut gencatan senjata Oktober 2025 sebagai “pencapaian strategis” karena sejak saat itu kekuatan militer Hamas disebut telah terkekang. Namun, menurutnya, kesepakatan tersebut dapat dicapai lebih cepat dan memungkinkan lebih banyak sandera kembali dalam keadaan hidup.

Kesepakatan pertukaran tahanan pada Oktober 2025 menghasilkan pembebasan hampir 2.000 warga Palestina dari penjara Israel dan 20 sandera Israel yang ditahan di Jalur Gaza. Alon mengatakan perang seharusnya dapat dipersingkat, seluruh sandera dikembalikan, dan ribuan nyawa di kedua pihak mungkin dapat diselamatkan.

Komentar tersebut bukan pertama kalinya Alon mengkritik kebijakan pemerintah Netanyahu. Pada Juli, ia juga menyoroti Menteri Keuangan Bezalel Smotrich karena disebut menentang sejumlah kesepakatan yang diajukan pada berbagai tahap. Menurut Alon, Smotrich karena itu tidak dapat mengklaim kredit atas kembalinya seluruh sandera.

Mantan diplomat Israel Alan Pinkas juga mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kesepakatan sebenarnya dapat dicapai segera setelah serangan Hamas pada Oktober 2023. Menurutnya, hampir dua tahun berlalu sebelum para sandera dikembalikan, sehingga persoalan tersebut bukan sekadar kesempatan yang terlewat, melainkan tragedi.

Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani sebelumnya mengatakan pejabat Israel menolak mempertimbangkan proposal Hamas untuk membebaskan seluruh sandera dengan imbalan gencatan senjata terbatas segera setelah serangan Oktober 2023. Ia mengatakan Doha telah menghubungi Israel sejak hari pertama, tetapi gagasan tersebut tidak mendapat tanggapan. (nun/avi)

Bantu Mereka yang Membutuhkan di Palestina

Setiap donasi Anda memberikan harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza.

Berita Terkait

Menagih Pertanggungjawaban Global atas Tiga Tahun Genosida di Gaza
Palestina Terkini

Menagih Pertanggungjawaban Global atas Tiga Tahun Genosida di Gaza

TIGA tahun sejak 7 Oktober 2023, Gaza tidak lagi dapat dipahami sekadar sebagai medan konflik bersen...

08 Oct 2026
0
Baca Selengkapnya
Dibawah Kontrol Militer Israel Geografi Gaza Berubah, Wilayah Palestina Makin Terbatas
Palestina Terkini

Dibawah Kontrol Militer Israel Geografi Gaza Berubah, Wilayah Palestina Makin Terbatas

Peta Gaza berubah drastis setelah hampir tiga tahun perang. Kontrol militer Israel dan pembatasan ak...

07 Oct 2026
0
Baca Selengkapnya
Pilunya Hati Wanita Palestina Menjalani Tahun-Tahun Penuh Kehilangan
Palestina Terkini

Pilunya Hati Wanita Palestina Menjalani Tahun-Tahun Penuh Kehilangan

Tiga tahun terakhir membuat Nisreen Touman menjalani hidup dengan kesedihan yang terus membekas. Per...

06 Oct 2026
0
Baca Selengkapnya