Makanan Bergizi Gaza
Hubungi Kami
Palestina Terkini

Kekerasan dan Diskriminasi Membayangi Warga Palestina di "Israel"

13 Feb 2026 0 Suka
Kekerasan dan Diskriminasi Membayangi Warga Palestina di "Israel"
Laporan Al Jazeera menyebut bahwa warga negara Palestina di "Israel" menghadapi kombinasi diskriminasi hukum dan kekerasan langsung. Pada 2025, sebanyak 300 orang dilaporkan terbunuh di dalam wilayah Israel, dan 252 di antaranya merupakan warga Palestina. Laporan tersebut juga mencatat peningkatan kejahatan bersenjata di kota dan desa Palestina, dengan rumah dan bisnis menjadi sasaran serangan. Situasi ini terjadi di tengah keputusan pemerintah Israel untuk mencabut kewarganegaraan dua warga Palestina yang dituduh melakukan serangan. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menandatangani perintah tersebut pada 18 Januari 2026. Kebijakan ini diterapkan berdasarkan undang-undang yang disahkan pada 2023, yang memungkinkan pencabutan kewarganegaraan atau izin tinggal terhadap warga Palestina yang dipenjara atas tuduhan yang dikategorikan sebagai tindakan terorisme. Menurut Adalah – The Legal Center for Arab Minority Rights in Israel, salah satu dari dua pria yang terdampak telah menyelesaikan hukuman penjara selama 23 tahun dan dibebaskan pada 2024, sementara yang lain masih menjalani hukuman sejak divonis pada 2016. Organisasi tersebut menyebut undang-undang baru ini sebagai langkah yang memperluas kewenangan negara dalam menentukan status kewarganegaraan warga Palestina. Legislasi tersebut berlaku bagi warga Palestina yang memiliki kewarganegaraan Israel maupun izin tinggal di Yerusalem Timur. Undang-undang itu memungkinkan pencabutan status hukum jika seseorang dinyatakan bersalah atau didakwa melakukan tindakan yang diklasifikasikan sebagai terorisme dan menerima dukungan finansial dari Otoritas Palestina. Data Adalah juga menunjukkan terdapat sekitar 100 undang-undang yang berdampak berbeda terhadap warga Palestina dibandingkan dengan warga Yahudi di Israel. Selain itu, undang-undang “negara-bangsa Yahudi” yang disahkan pada 2018 menetapkan Israel sebagai negara bangsa bagi rakyat Yahudi dan memberikan hak penentuan nasib sendiri secara nasional secara eksklusif kepada mereka. Israel juga mengesahkan langkah-langkah tambahan, termasuk rancangan undang-undang hukuman mati yang sedang dibahas di parlemen, serta kebijakan yang mempermudah pengambilalihan tanah Palestina di Tepi Barat. Pada saat yang sama, sekitar 1,9 juta warga Palestina memiliki kewarganegaraan Israel, sebagian besar merupakan keturunan warga Palestina yang tetap tinggal setelah pembentukan negara tersebut pada 1948. (nun/avi)

Bantu Mereka yang Membutuhkan di Palestina

Setiap donasi Anda memberikan harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza.

Berita Terkait

Film Dokumenter NAZA Ungkap Operasi Sistematis Militer Israel di Gaza
Palestina Terkini

Film Dokumenter NAZA Ungkap Operasi Sistematis Militer Israel di Gaza

Film dokumenter NAZA membawa kesaksian dari dalam struktur militer dan intelijen Israel untuk mengun...

15 Sep 2026
0
Baca Selengkapnya
Bantuan Pangan Gaza Terhambat, Warga Bergantung pada Distribusi Kemanusiaan
Palestina Terkini

Bantuan Pangan Gaza Terhambat, Warga Bergantung pada Distribusi Kemanusiaan

Lebih dari 90 persen warga Gaza tidak mampu membeli bahan makanan dan bergantung pada bantuan untuk ...

14 Sep 2026
0
Baca Selengkapnya
Batasi Peliputan, Israel Lakukan Penyerangan dan Penangkapan Jurnalis Palestina
Palestina Terkini

Batasi Peliputan, Israel Lakukan Penyerangan dan Penangkapan Jurnalis Palestina

Jurnalis Palestina menghadapi penangkapan, penahanan administratif, hukuman penjara hingga serangan ...

13 Sep 2026
0
Baca Selengkapnya