Makanan Bergizi Gaza
Hubungi Kami
Palestina Terkini

Pernyataan Unilateral Act Smotrich tentang Perluasan Wilayah Israel Picu Respons AS

13 Apr 2026 0 Suka
Pernyataan Unilateral Act Smotrich tentang Perluasan Wilayah Israel Picu Respons AS
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menyerukan perluasan batas wilayah Israel dan mengusulkan apa yang ia sebut sebagai “klausul politik” untuk memperluas wilayah negara tersebut. Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan sebuah permukiman baru bernama Maoz Tzur di Tepi Barat, di mana Smotrich mengemukakan gagasan ekspansi yang mencakup beberapa kawasan di sekitar Israel. Menurut pernyataannya, usulan tersebut mencakup perluasan wilayah hingga Jalur Gaza, Sungai Litani di Lebanon selatan, serta wilayah di Suriah termasuk Gunung Hermon dan zona penyangga di sekitarnya. Smotrich menyebut gagasan tersebut sebagai langkah politik untuk memperluas batas negara Israel dalam konteks dinamika keamanan kawasan. Komentar tersebut memicu tanggapan dari pemerintah Amerika Serikat. Kementerian Luar Negeri AS pada Sabtu (11/4/2026) menyatakan bahwa Presiden Donald Trump tidak mendukung langkah aneksasi Tepi Barat. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya retorika dari sejumlah pejabat Israel mengenai ekspansi wilayah dan pembangunan permukiman baru. Media internasional seperti Reuters dan BBC melaporkan bahwa posisi resmi Washington tetap menolak tindakan aneksasi sepihak terhadap wilayah Palestina yang diduduki. Pemerintah AS menilai langkah tersebut berpotensi mempersulit upaya diplomasi yang bertujuan mencapai penyelesaian konflik di kawasan. Selain Smotrich, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz juga menyampaikan dukungannya terhadap pembangunan permukiman di Tepi Barat. Dalam sebuah pesan video, Katz mengatakan aktivitas permukiman dinilai memperkuat keamanan Israel serta memperdalam hubungan negara tersebut dengan wilayah yang dikuasainya. Isu aneksasi Tepi Barat telah lama menjadi perhatian internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sejumlah negara Barat sebelumnya menegaskan bahwa permukiman Israel di wilayah tersebut dianggap melanggar hukum internasional. Reuters mencatat bahwa sekitar 700.000 warga Israel saat ini tinggal di permukiman yang dibangun di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Perbedaan sikap antara Washington dan sebagian pejabat pemerintah Israel mencerminkan ketegangan diplomatik mengenai masa depan wilayah Palestina dan arah kebijakan keamanan di Timur Tengah. (nun/avi)

Bantu Mereka yang Membutuhkan di Palestina

Setiap donasi Anda memberikan harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza.

Berita Terkait

AVI dan Zakat Kita Bersama Hadirkan Air Bersih dan Roti untuk Gaza
Palestina Terkini

AVI dan Zakat Kita Bersama Hadirkan Air Bersih dan Roti untuk Gaza

Kolaborasi Al-Quds Volunteers Indonesia (AVI) dan Zakat Kita Bersama menghadirkan bantuan air bersih...

21 Aug 2026
0
Baca Selengkapnya
Kekerasan Pemukim Memicu Pengusiran Warga Palestina di Tepi Barat
Palestina Terkini

Kekerasan Pemukim Memicu Pengusiran Warga Palestina di Tepi Barat

FOTO: Para pemukim Israel memasang bendera Israel di sebuah bangunan Palestina di pinggiran Beit Sah...

20 Aug 2026
0
Baca Selengkapnya
Krisis Pangan Gaza Berlanjut, Bantuan Kemanusiaan Kian Mendesak
Palestina Terkini

Krisis Pangan Gaza Berlanjut, Bantuan Kemanusiaan Kian Mendesak

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan perlindungan terhadap warga sipil Palestina, tempat tinggal, h...

19 Aug 2026
0
Baca Selengkapnya