Palestina Terkini
Ruqayya Rabai Kehilangan Janin Setelah Mengalami Syok Akibat Serangan Israel di Al-Tuwani
22 Jul 2026
0 Suka
Aktivis Palestina Osama Makhamra mengungkapkan bahwa Ruqayya Rabai mengalami syok berat dan ketakutan setelah rumah keluarganya di Desa Al-Tuwani, kawasan Masafer Yatta, selatan Hebron, diserang oleh penduduk ilegal Israel pada Minggu (19/7/2026).
Menurut Makhamra, kondisi psikologis yang dialami Rabai setelah peristiwa tersebut berujung pada kehilangan bayi yang masih dikandungnya usai mendapat penanganan medis lanjutan di rumah sakit.
Makhamra, yang selama ini mendokumentasikan berbagai peristiwa di kawasan Masafer Yatta, menjelaskan bahwa serangan diawali dengan pelemparan batu ke arah rumah keluarga Rabai sebelum bangunan itu dibakar. Ia juga menyebut masjid desa serta sejumlah rumah warga lainnya turut dilalap api dalam insiden tersebut.
"Pendudukan melemparkan batu ke rumah sebelum membakarnya," kata Makhamra. Ia menambahkan, "Rabai dibawa ke rumah sakit setelah serangan itu, tetapi kondisinya memburuk pada hari Selasa. Setelah dirawat kembali, dokter mengkonfirmasi bahwa ia telah kehilangan bayi yang belum lahir akibat syok dan ketakutan yang dialaminya selama penyerangan."
Laporan mengenai situasi di wilayah pendudukan juga datang dari berbagai lokasi lain di Tepi Barat. Kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan adanya serangan di sekitar pintu masuk Kota Turmus Ayya, timur Ramallah, yang mengakibatkan lahan pertanian terbakar. Warga disebut tidak dapat segera memadamkan api karena situasi di lapangan.
Radio Voice of Palestine turut melaporkan kebakaran pada properti milik seorang petani Palestina di Al-Zawiya, sebelah barat Salfit. Sementara itu, organisasi hak asasi manusia Al-Baydar menyatakan terjadi pembakaran lahan pertanian di Desa Jalud, tenggara Nablus, yang memicu bentrokan hingga menyebabkan sejumlah warga mengalami luka.
Di wilayah lain, operasi militer Israel juga dilaporkan berlangsung di sejumlah kota dan kamp pengungsi. Pemerintah Yerusalem menyebut seorang pemuda Palestina mengalami memar setelah terjatuh saat berupaya menghindari pengejaran aparat di Abu Dis, tenggara Yerusalem. Rekaman yang dirilis pemerintah setempat memperlihatkan pemuda tersebut kembali bangkit sebelum melanjutkan pelariannya.
Serangan serupa juga dilaporkan terjadi di Kamp Pengungsi Dheisheh, selatan Betlehem, serta di Sa'ir, Kafr Malik, Deir Jarir, dan Beita. Dalam berbagai insiden itu, menurut laporan media Palestina, aparat Israel menggunakan gas air mata, granat kejut, dan peluru tajam saat operasi berlangsung.
Berdasarkan data Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina, sepanjang paruh pertama tahun 2026 tercatat 3.488 serangan terhadap warga Palestina dan harta benda mereka. Sementara itu, data resmi Palestina menyebut sejak perang Gaza dimulai pada Oktober 2023, sedikitnya 1.181 warga Palestina di Tepi Barat dilaporkan tewas, sekitar 13.000 lainnya mengalami luka-luka, dan hampir 24.000 orang telah ditangkap. (nun/avi)