Palestina Terkini
Serangan Israel Rusak Lahan Pertanian dan Kamp Pengungsian Dekat RS Martir Al-Aqsa
03 Aug 2026
0 Suka
Serangan udara Israel yang menyasar lahan pertanian di sebelah barat Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah kembali memperburuk kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza. Ledakan tidak hanya merusak area pertanian, tetapi juga menghantam barak-barak dan kamp pengungsian di sekitar rumah sakit, tempat ribuan warga sipil berlindung di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.
Laporan sumber-sumber lokal sebagaimana dilansir kantor berita WAFA dan dikutip Palinfo menyebutkan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian operasi militer yang terus berlangsung meski gencatan senjata yang diumumkan sebelumnya telah berulang kali dilaporkan mengalami pelanggaran.
Di Deir al-Balah, sebuah rumah milik keluarga Abu Amra di Jalan Al-Baraka juga menjadi sasaran serangan udara yang menyebabkan sejumlah warga sipil mengalami luka-luka. Pada saat hampir bersamaan, pesawat tempur Israel membombardir sebuah rumah di dekat klinik UNRWA di Kamp Pengungsi Al-Maghazi, sementara tembakan artileri terus menghantam wilayah timur Kota Gaza dan Kamp Pengungsi Al-Bureij.
Korban jiwa kembali bertambah di berbagai wilayah. Di lingkungan Sheikh Radwan, barat laut Kota Gaza, Hassan Ibrahim Qahman dan Alaa Imad Al-Taramsi dilaporkan meninggal dunia setelah serangan udara menghantam sekelompok warga sipil pada Sabtu (1/8/2026).
Hassan Hisham al-Khudari (38) juga dilaporkan tewas akibat tembakan di kawasan Sabra, sedangkan Mahmoud Muhammad Fatayer dan Salem Abu Labda meninggal dunia akibat luka-luka yang diderita dalam serangan sebelumnya. Sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka dalam berbagai insiden yang terjadi di Tel al-Hawa, Al-Safatawi, Al-Qarara, Rafah, hingga Khan Younis.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyatakan bahwa sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober, sedikitnya 1.214 orang dilaporkan meninggal dunia, 3.977 lainnya terluka, sementara 804 jenazah berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan. Secara keseluruhan, sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023, kementerian mencatat 73.341 korban jiwa dan 174.086 korban luka.
Kerusakan lahan pertanian di sekitar Deir al-Balah menambah tekanan terhadap ketahanan pangan masyarakat. Berbagai badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk Program Pangan Dunia (WFP), Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), serta Integrated Food Security Phase Classification (IPC), berulang kali memperingatkan bahwa rusaknya sektor pertanian, terbatasnya distribusi bantuan, dan terganggunya rantai pasok pangan memperbesar risiko kelaparan di Gaza.
Ketika lahan produktif ikut hancur bersama tempat tinggal pengungsi, krisis tidak lagi hanya diukur dari jumlah korban, tetapi juga dari semakin sulitnya warga memperoleh makanan untuk mempertahankan hidup. Dalam situasi seperti ini, dukungan terhadap upaya-upaya kemanusiaan yang menyalurkan pangan, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar menjadi semakin penting untuk membantu masyarakat Gaza menghadapi krisis yang terus berlanjut. (nun/avi)