Setahun Gencatan Senjata, Serangan Israel ke Gaza Terus Berlanjut
Hampir setahun setelah kesepakatan gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025, serangan Israel terhadap Jalur Gaza dilaporkan masih berlangsung. Dalam 24 jam terakhir saja, delapan warga Palestina tewas, termasuk seorang anak, seorang perempuan, dan seorang jurnalis.
Data otoritas kesehatan Palestina seperti dikutip Al Jazeera mencatat sedikitnya 1.431 warga Palestina telah meninggal dalam berbagai serangan sejak gencatan senjata dimulai. Angka tersebut menunjukkan bahwa kesepakatan penghentian pertempuran belum sepenuhnya menghentikan kekerasan di wilayah tersebut.
Hani Mahmoud dari Al Jazeera menyebut pelanggaran terhadap kesepakatan terus terjadi dalam skala besar.
“Sejak gencatan senjata ditandatangani pada Oktober 2025, hampir setahun yang lalu, kita telah melihat lebih dari 5.000 pelanggaran oleh militer Israel,” katanya.
Situasi tersebut turut memengaruhi kehidupan sehari-hari warga. “Orang-orang sekarang sangat khawatir hanya untuk melangkah keluar ke jalanan… apa yang seharusnya menjadi hari-hari normal kini tidak demikian.”
Profesor kebijakan publik Universitas Hamad Bin Khalifa, Sultan Barakat, menilai komunitas internasional belum mampu memastikan akuntabilitas maupun membatasi ruang gerak Israel di Gaza. Ia juga menyoroti belum hadirnya pasukan internasional yang dijanjikan dalam kesepakatan awal.
“Tidak ada seorang pun yang melindungi warga Palestina. Tidak ada seorang pun yang menjamin keamanan di jalanan Gaza,” kata Barakat. (nun/avi)