Makanan Bergizi Gaza
Hubungi Kami
Palestina Terkini

Tanpa Penarikan Pasukan Israel, Rekonstruksi Gaza Dinilai Sulit Terwujud

31 Jul 2026 0 Suka
Tanpa Penarikan Pasukan Israel, Rekonstruksi Gaza Dinilai Sulit Terwujud
Tanpa penarikan pasukan Israel dan jaminan keamanan bagi warga sipil, rekonstruksi Jalur Gaza diperkirakan akan terus mengalami kebuntuan. Penilaian tersebut disampaikan Wakil Direktur Al-Quds Volunteers Indonesia (AVI), Rahma Hidayani, yang menegaskan bahwa pembangunan kembali wilayah yang hancur akibat konflik tidak mungkin berjalan optimal selama situasi keamanan masih belum pulih dan akses kemanusiaan tetap dibatasi. "Situasi ini membuktikan bahwa tanpa penarikan pasukan Israel dan jaminan keamanan bagi warga sipil, rekonstruksi Gaza akan tetap mandek," ujar Rahma Hidayani dalam keterangannya dikutip Jum'at (31/7/2026). Menurutnya, proses pemulihan tidak hanya bergantung pada ketersediaan dana internasional, tetapi juga memerlukan kepastian bahwa masyarakat dapat kembali hidup, bekerja, dan membangun tanpa ancaman kekerasan. Di tengah pembahasan mengenai masa depan Gaza, Hamas telah menyatakan kesiapannya menyerahkan pengelolaan administrasi sipil kepada National Committee for the Administration of Gaza yang berada di bawah pengawasan Board of Peace. Gagasan tersebut muncul sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola sipil yang lebih luas pascakonflik. Namun, hingga kini berbagai dinamika politik dan keamanan, termasuk berlanjutnya operasi militer serta pembatasan akses bantuan, masih menjadi hambatan utama bagi implementasi rencana tersebut. Diketahui jutaan warga Gaza masih menghadapi krisis kemanusiaan yang sangat berat. Kerusakan infrastruktur, terbatasnya layanan kesehatan, minimnya air bersih, serta terganggunya distribusi bantuan memperbesar risiko kelangkaan pangan dan kelaparan, terutama bagi anak-anak, perempuan, dan kelompok rentan. Dalam kondisi seperti ini, rekonstruksi tidak dapat dimaknai sebatas membangun kembali gedung, jalan, atau fasilitas umum. Pemulihan sejati hanya dapat berlangsung apabila keamanan warga sipil terjamin, bantuan kemanusiaan dapat mengalir tanpa hambatan, dan ruang hidup masyarakat kembali dipulihkan. Rahma mengingatkan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak berhenti pada bantuan darurat, melainkan juga mencakup dukungan terhadap terciptanya kondisi yang memungkinkan rakyat Palestina memperoleh hak hidup yang aman, bermartabat, dan terbebas dari ancaman kelaparan berkepanjangan. "Indonesia, melalui relawan dan masyarakat sipil, harus terus menjadi suara yang menuntut keadilan bagi Palestina," pungkas Rahma. (nun/avi)

Bantu Mereka yang Membutuhkan di Palestina

Setiap donasi Anda memberikan harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza.

Berita Terkait

AVI dan Zakat Kita Bersama Hadirkan Air Bersih dan Roti untuk Gaza
Palestina Terkini

AVI dan Zakat Kita Bersama Hadirkan Air Bersih dan Roti untuk Gaza

Kolaborasi Al-Quds Volunteers Indonesia (AVI) dan Zakat Kita Bersama menghadirkan bantuan air bersih...

21 Aug 2026
0
Baca Selengkapnya
Kekerasan Pemukim Memicu Pengusiran Warga Palestina di Tepi Barat
Palestina Terkini

Kekerasan Pemukim Memicu Pengusiran Warga Palestina di Tepi Barat

FOTO: Para pemukim Israel memasang bendera Israel di sebuah bangunan Palestina di pinggiran Beit Sah...

20 Aug 2026
0
Baca Selengkapnya
Krisis Pangan Gaza Berlanjut, Bantuan Kemanusiaan Kian Mendesak
Palestina Terkini

Krisis Pangan Gaza Berlanjut, Bantuan Kemanusiaan Kian Mendesak

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan perlindungan terhadap warga sipil Palestina, tempat tinggal, h...

19 Aug 2026
0
Baca Selengkapnya