Tingginya Harga Makanan di Gaza, Keluarga Kian Sulit Bertahan Hidup
Harga makanan di Gaza terus membebani keluarga Palestina. Agresi militer Israel, pengepungan, dan pembatasan masuknya barang telah mengganggu pasokan pangan, sementara serangan terhadap infrastruktur juga merusak aktivitas ekonomi masyarakat. Akibatnya, dengan keuangan yang terbatas, banyak keluarga kesulitan membeli kebutuhan pokok meskipun sejumlah bahan makanan masih tersedia di pasar.
Menurut laporan OCHA, harga pangan di Gaza pada September masih rata-rata 207% lebih tinggi dibandingkan periode sebelum Oktober 2023. Selain itu, Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS) mencatat inflasi di Gaza mencapai 11,36% pada September 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa krisis pangan tidak hanya berkaitan dengan jumlah makanan yang tersedia, tetapi juga kemampuan keluarga untuk membelinya.
Mengapa Harga Makanan di Gaza Semakin Sulit Dijangkau?
Kenaikan harga makanan di Gaza tidak terjadi begitu saja. Agresi militer Israel dan kebijakan pengepungan telah membatasi akses masyarakat terhadap bahan pangan. Selain itu, pembatasan perlintasan menghambat masuknya barang komersial dan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan warga.
Di sisi lain, serangan militer Israel juga menghancurkan banyak jalan, lahan pertanian, fasilitas produksi, dan sarana distribusi. Kerusakan tersebut menghambat petani menghasilkan pangan sekaligus menyulitkan pedagang memasok barang ke pasar. Akibatnya, Gaza semakin bergantung pada pasokan dari luar wilayah.
Dampaknya kembali terlihat pada Oktober 2026. Ketika Israel menghentikan pengiriman barang komersial ke Gaza mulai 14 Oktober, sejumlah kebutuhan pokok kembali mengalami kenaikan harga. Penghentian pengiriman tersebut memicu kekhawatiran warga terhadap kelangkaan pangan.
FAKTA PENTING
OCHA mencatat bahwa sejak penutupan perlintasan Zikim pada Mei 2026, Kerem Shalom menjadi satu-satunya perlintasan yang beroperasi untuk pengiriman kargo. Kondisi ini membuat pasokan pangan Gaza semakin bergantung pada satu jalur distribusi sehingga setiap gangguan dapat memengaruhi ketersediaan barang di pasar.
Berapa Harga Kebutuhan Pokok di Gaza Saat Ini?
Terbatasnya pasokan membuat masyarakat harus menghadapi harga bahan makanan yang tinggi. Sada News pada 26 Oktober 2026 melaporkan sejumlah kebutuhan pokok masih dijual dengan harga mahal di pasar Gaza, meskipun pengiriman barang mulai kembali berjalan secara bertahap.
Sumber: Sada News, 26 Oktober 2026. Harga merupakan catatan pasar yang dilaporkan, bukan rata-rata seluruh wilayah Gaza. Ketersediaan dan harga dapat berbeda antarpasar.
Harga tersebut tentu menjadi beban besar bagi keluarga yang tidak lagi memiliki penghasilan tetap. Karena itu, banyak orang tua harus menyusun ulang anggaran belanja, mengurangi jumlah bahan makanan, atau memilih produk yang lebih murah. Sayangnya, pilihan tersebut sering membuat keluarga mengesampingkan kebutuhan gizi demi memastikan semua anggota keluarga tetap bisa makan.
Bagaimana Keluarga Gaza Bertahan di Tengah Mahalnya Makanan?
Di balik kenaikan harga di pasar, terdapat keluarga yang harus mengubah pola makan mereka setiap hari. Kisah Huda Abu Leila, perempuan berusia 30 tahun yang memiliki lima anak, memperlihatkan bagaimana krisis pangan memengaruhi kehidupan rumah tangga di Gaza.
Keluarganya terkadang hanya sarapan dengan teh dan roti. Pada kesempatan lain, mereka mengandalkan kacang kalengan, za’atar, atau makanan sederhana yang tersedia.
Gambaran kondisi keluarga Huda Abu Leila, berdasarkan laporan Al Jazeera, 21 Oktober 2026.
Huda menceritakan bahwa ia kesulitan menyediakan makanan bergizi bagi kelima anaknya. Suaminya mengalami luka akibat perang sehingga tidak lagi mampu bekerja. Sementara itu, Huda berusaha memperoleh penghasilan dengan membuat roti untuk orang lain, meskipun pendapatannya sangat terbatas.
Ketika pasokan makanan kembali terganggu, keluarganya semakin sulit mendapatkan telur dan susu. Huda pun harus mengandalkan makanan sederhana yang harganya lebih terjangkau. Ia juga tidak memiliki cukup uang untuk menyimpan persediaan pangan bagi keluarganya.
Situasi tersebut membuat Huda semakin khawatir terhadap kesehatan dan perkembangan anak-anaknya. Sebab, ketika keluarga terus mengurangi variasi makanan dan porsi makan, anak-anak berisiko kehilangan asupan gizi yang mereka butuhkan untuk tumbuh dengan baik.
DAMPAK BAGI ANAK-ANAK
Ketika keluarga tidak mampu membeli makanan bergizi, anak-anak menghadapi risiko kekurangan asupan nutrisi. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengganggu kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan mereka.
Bagaimana Bantuan Pangan Membantu Keluarga Gaza?
Bagi keluarga Gaza yang kehilangan pekerjaan dan tidak lagi mampu membeli kebutuhan pokok, bantuan pangan dan uang menjadi salah satu penopang kehidupan mereka. Adanya bantuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan makan, sekaligus mengurangi beban pengeluaran yang semakin berat.
Al-Quds Volunteers Indonesia (AVI) turut menjalankan berbagai ikhtiar untuk membantu kebutuhan pangan masyarakat Gaza. Program tersebut meliputi:
Dapur Umum
Menyediakan makanan siap santap untuk membantu keluarga dan warga yang membutuhkan.
Paket Sembako
Membantu keluarga memperoleh bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan makan selama beberapa hari.
MBG Gaza
Makan Bergizi Gaza, program dukungan pangan rutin untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak.
Melalui program-program tersebut, AVI berupaya menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan pangan. Kehadiran langsung relawan dan ulama AVI di Gaza juga memungkinkan tim memahami kondisi serta kebutuhan warga di lapangan. Bukan dari Jakarta. Dari Gaza.
Bantu Penuhi Kebutuhan Pangan Keluarga Gaza
Makanan seharusnya menjadi kebutuhan dasar, bukan kemewahan yang hanya bisa dijangkau oleh mereka yang memiliki uang. Mari ikut mendukung bantuan pangan bagi keluarga dan anak-anak Gaza melalui Al-Quds Volunteers Indonesia (AVI).
REKENING DONASI RESMI
BSI
369 369 0004
a.n. AVI Peduli Kemanusiaan
Mandiri
127 00 7223347 9
a.n. Yayasan Alquds Volunteers Indonesia
Konfirmasi donasi melalui WhatsApp:
0811 820 196
FAQ Seputar Harga Makanan di Gaza
1. Mengapa harga makanan di Gaza mahal?
Agresi militer Israel, pengepungan, pembatasan masuknya barang, dan kerusakan infrastruktur menghambat pasokan serta distribusi pangan. Akibatnya, persediaan di pasar terbatas dan harga kebutuhan pokok meningkat.
2. Berapa harga tepung terigu di Gaza?
Menurut laporan pasar Sada News pada 26 Oktober 2026, satu karung tepung terigu seberat 25 kg dijual sekitar 75-80 shekel. Harga dapat berbeda tergantung lokasi dan ketersediaan barang.
3. Apakah makanan masih tersedia di pasar Gaza?
Sebagian bahan pangan masih tersedia di pasar. Namun, pembatasan pasokan membuat ketersediaannya tidak stabil. Selain itu, banyak keluarga tidak mampu membeli makanan karena kehilangan pekerjaan dan penghasilan.
4. Bagaimana kenaikan harga pangan memengaruhi anak-anak Gaza?
Ketika harga makanan meningkat, keluarga sering mengurangi porsi makan dan memilih bahan pangan yang lebih murah. Akibatnya, anak-anak berisiko kehilangan asupan gizi yang penting bagi kesehatan dan pertumbuhan mereka.
5. Bagaimana cara membantu kebutuhan pangan warga Gaza?
Masyarakat dapat mendukung program bantuan pangan melalui Alquds Volunteers Indonesia (AVI). AVI menjalankan berbagai ikhtiar, termasuk dapur umum, distribusi paket sembako, dan Makan Bergizi Gaza.
Artikel ini membahas kondisi harga pangan, akses makanan, dan dampak krisis ekonomi terhadap kehidupan keluarga di Gaza.