Korban Gugur di Gaza Capai 73.669, Mayoritas Perempuan dan Anak-anak
Perempuan dan anak-anak menjadi mayoritas dari 73.669 warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023. Data tersebut disampaikan sumber-sumber medis pada Rabu ketika serangan masih berlangsung di berbagai wilayah Gaza.
Selain korban tewas, jumlah warga yang mengalami luka-luka selama periode yang sama telah mencapai 174.652 orang. Angka tersebut mencakup korban dari rangkaian serangan Israel yang terus terjadi sejak perang dimulai pada Oktober 2023.
Dalam perkembangan terbaru seperti dinukil kantor berita Palestina, WAFA, tujuh korban jiwa dibawa ke rumah sakit Gaza dalam 24 jam terakhir. Dua di antaranya tewas dalam serangan baru-baru ini, sementara satu warga sipil lainnya meninggal akibat luka yang diderita sebelumnya.
Empat jenazah tambahan juga berhasil ditemukan. Pada periode yang sama, 25 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan yang berlangsung di sejumlah wilayah Jalur Gaza.
Di Gaza utara, intensitas serangan juga masih dilaporkan terjadi. Helikopter Israel melepaskan tembakan setelah tengah malam pada Kamis di sekitar kamp pengungsi Jabalia. Tindakan tersebut berlangsung bersamaan dengan gempuran artileri yang menargetkan berbagai wilayah di bagian utara Jalur Gaza.
Sementara itu, upaya menemukan dan mengevakuasi korban masih menghadapi kendala. Sejumlah korban dilaporkan tetap berada di bawah reruntuhan bangunan maupun di sepanjang jalan karena tim ambulans dan pertahanan sipil tidak dapat menjangkau lokasi mereka.
Kondisi tersebut membuat angka korban yang telah tercatat belum menggambarkan seluruh korban yang berada di wilayah terdampak. Sumber-sumber medis terus memperbarui data berdasarkan jenazah yang berhasil ditemukan dan korban yang dibawa ke fasilitas kesehatan.
Dengan 73.669 korban tewas dan 174.652 korban luka sejak 7 Oktober 2023, perempuan dan anak-anak tercatat sebagai mayoritas dari mereka yang kehilangan nyawa. Sementara serangan masih berlangsung, sebagian korban lainnya masih berada di bawah reruntuhan dan belum dapat dijangkau oleh tim penyelamat. (nun/avi)