Reruntuhan Gaza Masih Menyimpan Korban, 831 Jenazah Telah Ditemukan
Sebanyak 831 jenazah telah ditemukan dari bawah reruntuhan di Jalur Gaza sejak gencatan senjata berlaku pada 11 Oktober 2025. Angka tersebut menjadi gambaran lain dari besarnya dampak kehancuran di Gaza, ketika proses evakuasi korban masih berlangsung sementara sejumlah jenazah dan korban lainnya dilaporkan belum dapat dijangkau tim penyelamat. Data terbaru otoritas kesehatan Gaza itu dilaporkan pada Senin (21/9/2026).
Dalam laporan yang sama, jumlah warga Palestina yang tewas sejak gencatan senjata mencapai 1.393 orang, sedangkan 4.822 lainnya mengalami luka-luka. Pada periode 24 jam terakhir, rumah sakit di berbagai wilayah Gaza menerima empat jenazah dan 17 korban luka.
Jika ditarik sejak dimulainya agresi Israel pada 7 Oktober 2023, akumulasi korban jauh lebih besar. Otoritas kesehatan Gaza mencatat 73.914 warga Palestina meninggal dunia dan 174.952 lainnya terluka hingga 21 September 2026. Angka tersebut mencakup korban yang tercatat dalam fasilitas kesehatan serta penambahan data korban yang telah diverifikasi.
Namun, angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi korban di lapangan. Sejumlah warga masih dilaporkan berada di bawah reruntuhan maupun di jalan-jalan, sementara keterbatasan akses membuat ambulans dan tim penyelamat belum mampu mencapai seluruh lokasi. Proses pencarian dan evakuasi masih menjadi persoalan kemanusiaan yang berlangsung setelah gencatan senjata.
Temuan 831 jenazah juga menunjukkan bahwa konsekuensi kehancuran bangunan tidak berakhir ketika intensitas pertempuran menurun. Reruntuhan yang tersisa menjadi ruang pencarian bagi keluarga dan tim penyelamat, sekaligus memperpanjang proses pendataan korban.
Laporan Reuters pada September 2026 sebelumnya menyebut lebih dari 630 jenazah ditemukan dari bangunan yang hancur, sementara Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Turk menyatakan penemuan tersebut menimbulkan perhatian terkait kemungkinan pelanggaran hukum humaniter internasional.
Di tengah kondisi itu, setiap jenazah yang berhasil ditemukan bukan hanya menambah angka statistik, tetapi juga membuka kembali identitas korban yang sebelumnya terputus dari keluarganya. Sementara 831 jenazah telah berhasil dievakuasi sejak gencatan senjata, keberadaan korban lain yang masih tertimbun membuat pekerjaan pencarian di Gaza belum selesai.
Angka korban tersebut juga bersifat dinamis dan dapat berubah seiring proses identifikasi, verifikasi, serta penemuan korban yang masih berada di bawah reruntuhan. (nun/avi)