Makanan Bergizi Gaza
Hubungi Kami
Palestina Terkini

Batasi Peliputan, Israel Lakukan Penyerangan dan Penangkapan Jurnalis Palestina

13 Sep 2026 0 Suka
Batasi Peliputan, Israel Lakukan Penyerangan dan Penangkapan Jurnalis Palestina

Jurnalis Palestina menghadapi penangkapan, penahanan administratif, hukuman penjara hingga serangan langsung ketika menjalankan tugas jurnalistik. Palestinian Prisoner Society (PPS) menyatakan, sebanyak 37 jurnalis Palestina kini ditahan di penjara Israel, termasuk 19 orang yang menjalani penahanan administratif tanpa dakwaan maupun persidangan.

Menurut PPS pada Minggu (13/9/2026), seluruh jurnalis tersebut ditahan setelah dimulainya perang di Gaza pada Oktober 2023. Organisasi non-pemerintah itu menyebut penangkapan dan proses hukum terhadap jurnalis terus digunakan, termasuk melalui tuduhan yang berkaitan dengan pekerjaan jurnalistik dan kebebasan berekspresi.

Dua jurnalis yang baru ditahan adalah Muath Ammarna dan Sabri Jibrin. Keduanya ditangkap Kamis setelah pasukan Israel menggerebek rumah mereka di Bethlehem, Tepi Barat bagian selatan. Ammarna, menurut PPS, telah berulang kali menjadi sasaran dan kini menjalani penahanan untuk ketiga kalinya terkait aktivitas jurnalistiknya.

PPS juga menyoroti kasus jurnalis sekaligus penulis Mahmoud Fatafta yang dijatuhi hukuman 48 bulan penjara atas tuduhan "hasutan". Organisasi itu menyebut hukuman tersebut sebagai salah satu yang terberat dalam kasus serupa. Tuduhan "hasutan" disebut semakin sering digunakan terhadap jurnalis, bersamaan dengan penahanan administratif berdasarkan "berkas rahasia".

Dari 37 jurnalis yang ditahan, 19 berasal dari Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur. Jumlah tersebut mencapai 51 persen dari keseluruhan jurnalis yang ditahan.

Kasus lain yang disoroti adalah Bushra al-Tawil, 33 tahun, yang dipindahkan dari Penjara Damon ke sel isolasi di Penjara Ramla. PPS menuduh otoritas Israel memperketat pembatasan terhadap tahanan perempuan Palestina, termasuk pengurangan makanan, penolakan perawatan medis, dan pembiaran kondisi sanitasi yang buruk.

Menurut PPS, para jurnalis menghadapi kondisi penahanan seperti tahanan Palestina lainnya, termasuk kelaparan, pengabaian medis, penyiksaan, perlakuan kasar, isolasi, dan perampasan hak dasar. 

Mereka juga disebut menjadi sasaran pembunuhan, penghilangan paksa, dan serangan langsung ketika bekerja. PPS menilai tindakan tersebut merupakan bagian dari kebijakan sistematis untuk membatasi peliputan dan pendokumentasian Palestina mengenai kejahatan serta pelanggaran yang dituduhkan dilakukan Israel.

Situasi itu berlangsung ketika penggerebekan harian di Tepi Barat terus terjadi. Kamis pekan lalu, PPS menyatakan lebih dari 100 warga Palestina ditahan dalam sepekan, sehingga total penahanan dari Tepi Barat sejak Oktober 2023 melampaui 25.000 orang, di luar ribuan warga Gaza yang juga ditahan. (nun/avi)

Bantu Mereka yang Membutuhkan di Palestina

Setiap donasi Anda memberikan harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza.

Berita Terkait

Menagih Pertanggungjawaban Global atas Tiga Tahun Genosida di Gaza
Palestina Terkini

Menagih Pertanggungjawaban Global atas Tiga Tahun Genosida di Gaza

TIGA tahun sejak 7 Oktober 2023, Gaza tidak lagi dapat dipahami sekadar sebagai medan konflik bersen...

08 Oct 2026
0
Baca Selengkapnya
Dibawah Kontrol Militer Israel Geografi Gaza Berubah, Wilayah Palestina Makin Terbatas
Palestina Terkini

Dibawah Kontrol Militer Israel Geografi Gaza Berubah, Wilayah Palestina Makin Terbatas

Peta Gaza berubah drastis setelah hampir tiga tahun perang. Kontrol militer Israel dan pembatasan ak...

07 Oct 2026
0
Baca Selengkapnya
Pilunya Hati Wanita Palestina Menjalani Tahun-Tahun Penuh Kehilangan
Palestina Terkini

Pilunya Hati Wanita Palestina Menjalani Tahun-Tahun Penuh Kehilangan

Tiga tahun terakhir membuat Nisreen Touman menjalani hidup dengan kesedihan yang terus membekas. Per...

06 Oct 2026
0
Baca Selengkapnya