Makanan Bergizi Gaza
Hubungi Kami
Palestina Terkini

Pekerja Medis Gaza Berjuang Membangun Kembali Kehidupan setelah Kehilangan

02 Nov 2026 0 Suka
Pekerja Medis Gaza Berjuang Membangun Kembali Kehidupan setelah Kehilangan

Pekerja medis di Gaza yang selama bertahun-tahun berjuang menyelamatkan nyawa kini menghadapi perjuangan lain: membangun kembali kehidupan setelah kehilangan keluarga, mengalami trauma, dan terpaksa meninggalkan pekerjaan yang selama ini menjadi bagian dari identitas mereka. Sebagian berusaha bangkit dan kembali bertugas, meski luka psikologis akibat perang belum sepenuhnya pulih.

Manar Fayyad, 29 tahun, pernah bekerja sebagai ahli anestesi di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa. Namun, pengalaman pada 27 Desember 2023 mengubah hidupnya. 

Ketika itu, saat dipanggil menangani seorang pasien dalam operasi darurat, ia mendapati pria yang terbaring di hadapannya adalah Shadi, saudara kandungnya sendiri yang berusia 34 tahun. Shadi meninggal akibat serangan udara Israel sebelum sempat diselamatkan.

“Saya memiliki firasat aneh, jadi saya mendekatinya dan menyingkap wajahnya. Betapa terkejutnya saya, dia adalah saudara laki-laki saya,” kenang Manar kepada Al Jazeera.

Sejak kejadian itu, rumah sakit menjadi pengingat kehilangan yang sulit ia hadapi. Manar tidak mampu melanjutkan pekerjaannya, menarik diri dari kehidupan sosial, dan menghindari keramaian. 

Duduk di tepi laut serta menulis menjadi cara yang ia tempuh untuk mengungkapkan kesedihan. Ia bahkan mempertimbangkan meninggalkan Gaza agar dapat menjauh dari kenangan traumatis tersebut.

BACA JUGA: Suara Pengungsi Gaza: "Anak-Anak Sekarat di Tenda, Dunia Harus Bertindak"

Pengalaman serupa dialami Khaled Raafat, 29 tahun, perawat unit gawat darurat di rumah sakit yang sama. Pada 18 Oktober 2023, ketika sedang bertugas menyelamatkan korban serangan, ia kehilangan istri, anak-anak, ibu, dan beberapa saudara kandungnya akibat serangan udara Israel terhadap rumah keluarganya.

Setelah mengambil cuti panjang, Khaled akhirnya memutuskan menata kembali kehidupannya. Ia menikah, membangun keluarga baru, dan kembali bekerja di rumah sakit. Baginya, kehidupan tidak boleh berhenti pada tragedi yang dialami.

Beban psikologis seperti ini menjadi persoalan serius bagi sistem kesehatan Gaza. Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat sedikitnya 1.700 tenaga medis tewas selama perang dan 83 petugas kesehatan masih ditahan Israel.

 Sebuah studi yang diterbitkan di Public Library of Science menyebut 41 persen pekerja medis kehilangan anggota keluarga, sementara 46 persen mengalami kedukaan pribadi sekaligus kehilangan tempat kerja. Sedikitnya 78 persen tidak memiliki akses terhadap layanan kesehatan mental.

BACA JUGA: Anak-Anak Gaza Paling Terdampak Luka Bakar Ekstrem, Temuan Studi Medis Internasional

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Bursh, mengatakan tenaga medis berada dalam posisi sulit karena harus merawat pasien sambil menanggung kehilangan orang-orang terdekat. 

Menurutnya, perlindungan terhadap tenaga kesehatan tidak cukup hanya dengan menyediakan obat dan peralatan, tetapi juga harus mencakup dukungan psikologis dan kesempatan beristirahat.

Layanan psikologi di Kompleks Medis Nasser, Khan Younis, kini menangani tenaga medis yang mengalami trauma. 

Psikolog Reham Abu Rokba menjelaskan bahwa penanganan dapat mencakup terapi perilaku kognitif, sekitar 12 sesi individual, serta pengobatan sesuai kebutuhan pasien.

Pengalaman Manar dan Khaled sekali lagi menunjukkan pada dunia bahwa membangun kembali kehidupan setelah perang bukan perkara sederhana. 

Sebagian pekerja medis berusaha kembali menjalankan profesinya, tetapi pemulihan mereka membutuhkan dukungan psikologis, sosial, dan kesempatan untuk mengatasi kehilangan yang dialami. (nun/avi)

Bantu Mereka yang Membutuhkan di Palestina

Setiap donasi Anda memberikan harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza.

Berita Terkait

Petani Zaitun Palestina Ditembaki, 16 Serangan Tercatat di Tujuh Provinsi
Palestina Terkini

Petani Zaitun Palestina Ditembaki, 16 Serangan Tercatat di Tujuh Provinsi

Komisi Perlawanan Tembok dan Kolonisasi Palestina mendokumentasikan 16 serangan terhadap petani zait...

04 Nov 2026
0
Baca Selengkapnya
Keluarga Palestina Kembali ke Rumah setelah 10 Hari Mengungsi karena Diusir Israel
Palestina Terkini

Keluarga Palestina Kembali ke Rumah setelah 10 Hari Mengungsi karena Diusir Israel

Keluarga-keluarga Palestina mulai kembali ke rumah rumah mereka di lingkungan al-Jalada, Hebron, set...

03 Nov 2026
0
Baca Selengkapnya
Serangan Israel di Sekitar Sekolah Ancam Keselamatan Pelajar Palestina
Palestina Terkini

Serangan Israel di Sekitar Sekolah Ancam Keselamatan Pelajar Palestina

Serangan Israel yang berulang kali terjadi di sekitar sekolah dan jalur perjalanan pelajar menjadika...

01 Nov 2026
0
Baca Selengkapnya