Makanan Bergizi Gaza
Hubungi Kami
Palestina Terkini

Serangan Israel di Sekitar Sekolah Ancam Keselamatan Pelajar Palestina

01 Nov 2026 0 Suka
Serangan Israel di Sekitar Sekolah Ancam Keselamatan Pelajar Palestina

Serangan Israel yang berulang kali terjadi di sekitar sekolah dan jalur perjalanan pelajar menjadikan pendidikan sebagai aktivitas berisiko tinggi bagi anak-anak Palestina di Gaza. Sejumlah siswa tewas dan terluka ketika hendak berangkat atau pulang sekolah, sementara mereka yang selamat harus menghadapi trauma dan ketakutan untuk kembali belajar.

Mohammed Hamad, 14 tahun, menjadi salah satu korban. Pada 17 Oktober lalu, ia ditembak dalam serangan Israel ketika berjalan pulang dari sekolah darurat di Deir el-Balah bersama adiknya, Abdullah, yang berusia 10 tahun. Mohammed tewas bersama seorang pria lainnya, sedangkan Abdullah selamat.

Ayah mereka, Riyad Hamad, mengenang Mohammed sebagai siswa kelas delapan yang berprestasi dan teman dekat keluarga. Namun, kematian kakaknya membuat Abdullah takut pergi ke sekolah sendirian. 

“Dulu mereka selalu pergi dan pulang bersama setiap hari. Sekarang dia tidak bisa menerima kenyataan harus pergi sendirian,” kata Riyad, dikutip Aljazeera.

BACA JUGA: Jangan Biarkan Gaza Berjuang Sendirian

Ancaman serupa dialami Suad Abd Rabbo, siswa kelas empat yang ditembak pada 21 Oktober ketika berangkat sekolah di Jabalia. Peluru mengenai bagian atas lututnya dan bersarang dekat saraf serta tendon. 

Dokter telah melakukan operasi, tetapi tidak berhasil mengeluarkan proyektil tersebut karena berisiko menyebabkan kelumpuhan. 

Suad kini belum bisa berjalan dan membutuhkan perawatan lanjutan di luar Gaza, sementara akses keluar-masuk wilayah itu dikendalikan ketat oleh Israel.

Pada insiden yang sama di Sekolah Muradiya, seorang siswi kelas lima bernama Amina Khader juga terkena tembakan di bagian perut dan mengalami luka ringan. 

Kepala sekolah Naim Aloush mengatakan penembakan itu memicu kepanikan. Orang tua bergegas menjemput anak-anak, sementara jumlah siswa yang tidak masuk sekolah meningkat pada hari-hari berikutnya.

Sekolah-sekolah di kawasan al-Ghubari, sebelah barat Jabalia al-Balad, menghadapi ancaman berulang. Wilayah tersebut memiliki 20 tenda pendidikan yang melayani sekitar 1.000 murid dan berada dekat Garis Kuning. 

BACA JUGA: Data Korban Gaza Kian Terkuak, Dunia Soroti Pengakuan Penjajah Militer Israel

Menurut Aloush, peluru dan proyektil dari artileri, drone quadcopter, serta penembak jitu Israel masih kerap menghantam kawasan sekolah.

Bahaya juga meningkat di sekitar Garis Kuning, yang membagi wilayah kendali Israel dan Palestina berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Oktober 2025. 

PBB menyebut garis tersebut telah bergeser ke barat sehingga Israel menguasai lebih dari 65 persen wilayah Gaza, meningkat dari 53 persen yang disepakati setahun sebelumnya. Sedikitnya 66 anak Palestina dilaporkan tewas di dekat garis tersebut.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 1.574 warga Palestina tewas dan 5.687 lainnya terluka sejak gencatan senjata ditetapkan pada Oktober 2025. 

Kementerian Pendidikan juga melaporkan 10 anak berusia 6–16 tahun dan seorang guru tewas antara 18 hingga 24 Oktober. Mereka menyerukan tindakan internasional untuk melindungi siswa dan lembaga pendidikan.

Bagi keluarga korban, pilihan mengirim anak ke sekolah kini disertai kecemasan akan keselamatan mereka. Pendidikan yang semestinya menjadi ruang belajar dan pemulihan justru berlangsung di tengah ancaman tembakan, serangan udara, dan trauma yang terus membayangi kehidupan anak-anak Gaza. (nun/avi)

Bantu Mereka yang Membutuhkan di Palestina

Setiap donasi Anda memberikan harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza.

Berita Terkait

Petani Zaitun Palestina Ditembaki, 16 Serangan Tercatat di Tujuh Provinsi
Palestina Terkini

Petani Zaitun Palestina Ditembaki, 16 Serangan Tercatat di Tujuh Provinsi

Komisi Perlawanan Tembok dan Kolonisasi Palestina mendokumentasikan 16 serangan terhadap petani zait...

04 Nov 2026
0
Baca Selengkapnya
Keluarga Palestina Kembali ke Rumah setelah 10 Hari Mengungsi karena Diusir Israel
Palestina Terkini

Keluarga Palestina Kembali ke Rumah setelah 10 Hari Mengungsi karena Diusir Israel

Keluarga-keluarga Palestina mulai kembali ke rumah rumah mereka di lingkungan al-Jalada, Hebron, set...

03 Nov 2026
0
Baca Selengkapnya
Pekerja Medis Gaza Berjuang Membangun Kembali Kehidupan setelah Kehilangan
Palestina Terkini

Pekerja Medis Gaza Berjuang Membangun Kembali Kehidupan setelah Kehilangan

Pekerja medis di Gaza yang selama bertahun-tahun berjuang menyelamatkan nyawa kini menghadapi perjua...

02 Nov 2026
0
Baca Selengkapnya