Hampir 95 Persen Kampus Gaza Rusak, Universitas Islam Kembali Diserang Israel
Hampir 95 persen kampus pendidikan tinggi di Jalur Gaza telah hancur atau mengalami kerusakan sejak perang dimulai pada Oktober 2023. Kerusakan dunia pendidikan Palestina kembali mengirim pesan memilukan setelah Israel melancarkan dua serangan dalam beberapa jam terhadap kampus Universitas Islam di Kota Gaza pada Ahad (25/10/2026), menewaskan tiga petugas keamanan dan melukai sejumlah mahasiswi.
Menurut laporan Al Jazeera, serangan udara yang menewaskan tiga petugas keamanan itu merupakan serangan kedua terhadap universitas tersebut dalam beberapa jam. Sebelumnya, serangan drone menyebabkan tujuh mahasiswi terluka akibat serpihan. Salah seorang korban mengalami luka serius dan harus dipindahkan ke rumah sakit lapangan.
Koresponden Al Jazeera, Hani Mahmoud, yang melaporkan langsung dari lokasi, menggambarkan dampak serangan tersebut sangat besar. Ia mengatakan timnya baru selesai merekam di kampus dan sempat menyapa ketiga petugas keamanan itu sebelum mereka tewas dalam serangan.
“Kami bisa mendengar desisan serpihan yang beterbangan di mana-mana, sampai kami mengira akan ikut terkena,” ujar Mahmoud.
Ia menambahkan, sebagian besar gedung Universitas Islam telah hancur sebelum serangan terbaru terjadi. Hanya beberapa bangunan yang masih berdiri sebagian.
Kerusakan kampus tersebut menunjukkan kondisi sektor pendidikan tinggi Gaza secara keseluruhan. Data UNESCO menunjukkan hampir 95 persen kampus di wilayah itu telah hancur atau rusak sejak perang berlangsung. Serangan terbaru terhadap Universitas Islam menambah daftar kerusakan institusi pendidikan yang telah terdampak konflik.
Serangan Israel pada Minggu juga menewaskan warga Palestina di sejumlah wilayah lain. Kompleks Medis Nasser melaporkan dua orang tewas akibat tembakan artileri di al-Mawasi, Khan Younis. Kantor berita Palestina Wafa melaporkan satu orang tewas akibat serangan drone di timur Deir el-Balah dan satu lainnya dalam serangan di Jalan al-Rashid, dekat Rumah Sakit Hamad di Gaza utara.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mencatat sedikitnya 1.551 orang tewas dan 5.573 terluka sejak gencatan senjata dimulai pada Oktober 2025. Sejak Oktober 2023, jumlah korban tewas mencapai 74.544 orang, sementara 175.692 lainnya terluka.
Hampir dua pertiga wilayah Gaza kini berada di bawah kendali atau pembatasan militer Israel. Warga Palestina juga menghadapi krisis pangan yang semakin parah akibat penutupan perlintasan dan berkurangnya pendanaan bantuan internasional. (nun/avi)